Alhamdulilah, setelah melewati perjuangan yang panjang, Allah memberikan rezekinya. Aku lulus CPNS BPKRT Deplu.
Bener2 suatu hal yang sangat di luar dugaan. Karena bagaimanapun, kami telah menyisihkan 1800 peserta.
Tanggal 16 November 2009 kemarin, registrasi ulang CPNS pun telah aku lakukan. Menurut informasi yang masih belum bisa dipastikan kebenarannya, mungkin awal Januari 2010 sudah mulai diklat (sekdilu - Sekolah Dinas Luar Negeri). Menurut rencana, diklat akan diselenggarakan selama 6 bulan.
Meskipun demikian, NIP (Nomor Induk Pegawai) CPNS Deplu sudah akan keluar Desember bulan depan. Alhamdulilah....
Setelah sekian lama berjuang dengan tes CPNS yang lain, akhirnya mimpi pun kesampaian. Memang secara insting, dari awal s epertinya lebih sreg ke Deplu. Ternyata benar.
Secara formal, kami melalui 4 serangkaian tes.
Tes 1 adalah seleksi administrasi. Kalau memang ingin menang dan tidak kalah sebelum perang, pastikan bahwa persyaratan administrasi untuk posisi CPNS Deplu sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan.
----- Catatan tambahan dari aku adalah, Surat Keterangan Sehat bisa diminta di dokter puskesmas. SKCK boleh menyerahkan yang legalisir (tidak harus asli). --> ini berdasar pengalaman pribadi kemarin.
Tes ke 2 adalah tes tulis substantif yang di PRJ Kemayoran (seperti yang aku ceritakan di posting artikel sebelumnya). Karena yang diambil CPNS BPKRT maka benayak-banyak belajarlah mengenai akuntansi pemerintah, perundang-undangan yang mengatur, akun-akun di SAP, bagaimana cara menjurnalnya dan beberapa pengetahuan mendasar mengenai pemerintahan. Seperti mengenai pengadaan lelang, Renstra, RKPJP, dll.
Tes CPNS Deplu BPKRT kemarin juga diminta untuk membuat BKU (Buku Kas Umum) ala bendaharawan. Untuk yang ini, Thanks God karena pernah bekerja di INDgAF, Makasih banyak buat para bos-bos yang telah mengajari banyak tentang seluk beluk Akuntansi Pemerintah. Ilmu itu memang amat sangat berguna sekali.
Soal yang lain adalah menghitung depresiasi dan membuat laporan rekonsiliasi bank. Sebenarnya waktu itu, aku mengerjakannya gak balance.. Tapi aku pikir, meski gak bisa, kerjakan aja semaksimal mungkin, mungkin ada tambahan nilainya.... =)
Kalau essay Bahasa Inggrisnya, lumayan gampang sih. Tinggal nyebutin alasan kenapa tertarik masuk Deplu, tahu nggak tugas Bendaharawan seperti apa, apa yang bisa Anda lakukan sebagai bendahara terkait dengan Good Governance. apa itu good Governance, pendapat Anda tentang korupsi, dan apa yang bisa Anda lakukan di posisi Anda untuk memberantas korupsi, dan semacamnya.
Seingetku, kita disuruh memilih beberapa soal di antara beberapa soal. Jadi contoh, soalnya 5. kita disuruh milih 3 aja buat dikerjakan. Begituuuuuu....
Gak nyangka juga setelah itu lulus tes yang ke2. Karena pengumumannya lama banget. Awalnya juga gak yakin lulus, karena saingganya 1.800 orang. Bayangkan saja.... !
Alhamdulilah, ternyata Allah berkehendak aku lulus. Tes ke3 adalah EPT (TOEFL).
Awalnya gak niat banget buat ikut, karena saat itu kondisi putraku sedang dirawat di RS. Jelas gak tega lah. Tapi suamiku maksa buat ikut aja, katanya, cuman sebentar aja kok..
Akhirnya, dengan persiapan yang seadanya, alias 1%, berangkat juga ke LIA Pangadegan. Tes EPT di situ, tapi ya ampun .... soalnya susah banget. Apalagi listeningnya... Ampun deh. Karena English ku so poor, jadi yo... sebisanya aja.
Seperti TOEFL pada umumnya, tesnya ada Listening, Reading Comphrehensif, dan Structure. Waktu itu kalau tidak salah ada 180an yang lolos. Tiap kelas, hanya di isi oleh 25 orang saja.
Aku masih ingat bahwa beberapa temen yang satu kelas sama aku, juga lolos ke tes berikutnya. Lagi-lagi, lolos ke Tes terakhir adalah sesuatu yang gak disangka-sangka. Kata temenku, mungkin ini sudah jadi rezekinya Rama, putraku.
Tes CPNS Deplu BPKRT yang final adalah wawancara substansi, tes penguasaan TI, dan psikotest. Tiap masing-masing posisi semisal BPKRT, PK dan PDK dilaksanakan dengan urutan yang berbeda. Kebetulan untuk BPKRT dilaksanakan dengan pola seperti yang aku sebutkan sebelumnya.
Tes wawancara substansi aku dapat giliran pertama. Nervous?? Sudah pasti. Giliran pertama artinya belum ada yang masuk sebelumnya dan berarti aku gak bisa cari info, soal yang ditanyakan tentang apa. Ya kan?!
Tapi mungkin juga udah rezeki kali... Begitu masuk, aku sudah berhadapan dengan 2 panelis, yang syukurlah... wajahnya gak galak..
Panelis pertama banyak bertanya tentang akuntansi pemerintahan, seputar konsep DIPA, konsep anggaran, konsep Barang Milik Negara, dan perlakuannya dengan kasus-kasus tertentu. Sekali lagi, Thanks God, pernah kerja di INDgAF. Pertanyaan-pertanyaan dan kasus seperti itu sudah sering ditanyakan oleh peserta-peserta diklat di INDgAF yang kebayakan adalah orang-orang Pemda. Sedikit banyak, kasusnya mirip dan jawabannya sudah pasti.
Panelis kedua, tanya tentang kasus korupsi dalam bahasa Inggris dan harapan jika penempatan di LN. Wah... jawabnya belepotan deh... Aku masih inget tuh untuk panelis yang kedua, aku cuma dapet rata2 7 aja nilainya. Gak tau deh kalo panelis yang pertama. :)
Nah, tentang TI, dan psikotesnya, lanjut di posting artikel berikutnya yah....
Read More..

